Scroll to top

#MovieDate: Potret ketegaran perempuan dalam ‘Athirah’


Rantika Adhiningtyas - October 9, 2016 - 0 comments

Pernahkah kamu melihat Ibumu menahan emosi dan berusaha tegar ketika menghadapi masalah? Atau mungkin kamu sendiri yang selalu berusaha tersenyum ketika ada problematika?

Perempuan, apalagi ketika menjadi seorang Ibu, memang dituntut untuk berusaha tegar dan menutupi emosinya. Potret ketegaran perempuan inilah yang digambarkan dalam film ‘Athirah’. Film ini diadaptasi dari novel yang berjudul sama karya Alberthiene Endah, dan diproduksi Miles Films serta disutradari oleh Riri Riza.

‘Athirah’ menceritakan tentang sosok Athirah (Cut Mini), ibu dari Ucu (Christoffer Nelwan), nama kecil dari Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia.

Mengapa kisah beliau harus dibuatkan film? Karena melalui film ini tergambarkan bagaimana ketegaran dan kemandirian Ibu Athirah ketika suaminya menikah lagi dan pergi dari rumah. Tentu saja Ibu Athirah sedih namun ia tetap berusaha senyum dan tegar di hadapan anak-anaknya dan berusaha untuk menegakkan kembali rumah tangganya.

Ketika suaminya pergi, ia pun berusaha mencari nafkah sendiri dengan bekerja sama dengan para penenun dan menjual sarung khas Sulawesi kepada ibu-ibu.

Tidak ada dialog yang panjang dan bertele-tele dalam film ini, bahkan film ini cenderung minim dialog. Emosi yang ditampilkan lebih menekankan pada ekspresi para pemainnya.

Kemudian, bagi yang terbiasa menonton dengan alur cerita yang runut, menonton film ini akan merasa bingung karena adegannya dengan cepat berpindah-pindah. Ada juga beberapa adegan yang awalnya menimbulkan pertanyaan namun dijelaskan pada adegan berikutnya.

Jadi kalau kamu mau menonton film ini, kamu harus anteng dari awal agar mengerti jalan keseluruhannya.

Dari segi sinematografi, pengambilan gambar dalam film ini sangat indah dan artistik. Kita pun juga dikenalkan dengan alam Sulawesi yang jarang dijadikan setting dalam film-film Indonesia.

Film ini digambarkan dengan indah namun sayangnya ditutup dengan ending yang datar, tidak mencapai klimaks. Namun film ini tetap menarik untuk ditonton sebagai insight bagaimana ketika perempuan menghadapi masalah.

Intinya, perempuan juga harus tetap mandiri dan tegar, harus segera bangkit tanpa berlarut-larut dalam emosi. Karena menceritakan tentang sosok Ibu, film ini cocok nih untuk #MovieDate bareng Ibu kamu sekalian quality time bersama.

Oh iya! For more movie reviews, visit my blog at www.rantikasite.wordpress.com.

Author avatar

Rantika Adhiningtyas

Perempuan yang suka jalan-jalan, penggemar F1 yang doyan makan, dan pecinta film yang suka nonton di bioskop sendirian.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *