Scroll to top

Ibu, anak, dan keperawanan


Gadis Nakal - November 24, 2016 - 0 comments

Aku ingin berbagi cerita kepada kalian tentang seberapa terhormatnya kita sebagai kaum perempuan. Dua minggu yang lalu aku menemani sahabatku menjenguk ibunya yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit Jakarta.Saat kami sampai rumah sakit, ibunya sedang menimati senja di atas kursi rodanya dengan tatapan kosong. Lalu aku menyimak percakapan mereka:

Ibu: “Dek, apakah kau sudah merasa dewasa?”

Anak : “Tentu, Bu. Aku sudah bukan anak kecil lagi, umurku saja sudah 18 tahun. Ada apa, Bu?

Ibu: “Tinggimu memang sudah melebihi tinggiku. Kau juga sudah pandai bersolek. Payudaramu pun sudah mengembang menjadi pusat perhatian para kaum lelaki, dan pastinya kaupun sudah dapat merasakan ketertarikan kepada lawan jenismu.”

Anak : “Bukankah itu semua normal, Bu? Tenang saja, aku dapat menjaga diriku sendiri saat ini. Kau tidak perlu khawatir berlebihan.”

Ibu: “Apakah kau dapat menjaga kehormatanmu sama seperti aku menjagamu saat masih di dalam kandunganku? Aku mempertaruhkan nyawaku saat melahirkanmu. Pada saat itu mungkin nyawamu lebih berharga di bandingkan nyawaku sendiri.

Baca juga: Surat terbuka untuk kamu yang belum siap

Aku hanya tak ingin apa yang sudah kuperjuangkan dinodai dengan nafsu sesaat oleh lawan jenismu. Mereka dapat melakukan berbagai cara hanya untuk kenikmatan sesaat; bujukan mereka, rayuan mereka yang mengatas namakan cinta mungkin akan dapat meluluhkan hatimu.

Tapi apakah kau akan membiarkan airmataku jatuh karena itu semua? Airmata dari orang yang mempertaruhkan nyawanya untukmu; orang yang selalu memelukmu di saat kau jatuh, orang yang mengajarkan kalimat demi kalimat yang keluar dari bibir kecil mungilmu, dan orang yang hatinya tersayat-sayat ketika mendengar rintihanmu di tengah malam saat menahan demam di waktu kecilmu,”

Seketika, setelah ibunya mengucapkan kalimat itu, suasana menjadi hening. Entah mengapa udara di sore itu seperti tercampur irisan daun bawang putih, mataku begitu pedas. Rasanya sepanjang jalan pulang aku ingin memeluk semua ibu di muka bumi ini.

 

Author avatar

Gadis Nakal

Aku nggak suka dinakalin tapi suka nakalin. Aku juga anaknya gampang sayang, liat status Whatsapp kamu online aja aku langsung sayang.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *