Scroll to top

Surat terbuka untuk kamu yang belum siap


Mellysa Ariani - September 12, 2016 - 0 comments

“No matter how good of a woman you are, you will never be good enough to a man who isn’t ready.”

Ya, mungkin sepenggal quote d iatas sedikit menggambarkan perasaan yang aku pendam selama ini terhadap dirimu. Mungkin aku memang bodoh, bodoh karena aku begitu dalam mencintaimu. Saking besarnya rasa cintaku itu, bahkan aku dibutakan pada kenyataan bahwa kamu tidak pernah memiliki perasaan yang sama.

Bahkan mungkin, kamu tidak pernah menganggap aku ada.

Jahat, ya memang kamu itu jahat. Tapi aku tidak dapat berbuat apa-apa. Aku hanyalah seorang wanita bodoh yang terlalu larut di dalam sebuah rasa sayang yang begitu besar padamu. Aku bahkan tidak berhak untuk melarang dirimu bahkan menuntut apapun darimu.

Ya, aku memang bodoh.

Tapi, pernahkah kamu berpikir kalau kamu jadi diriku? Akankah dirimu melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan terhadap dirimu saat ini? Apakah kamu akan berjuang dan mendapatkan diriku? Aku ragu dengan hal itu.

Kamu memang tertutup, susah mengutarakan apa yang kamu rasakan bahkan pada orang terdekatmu sekali pun. Tapi, apakah aku tidak boleh mengetahui setidaknya sedikit saja mengenai perasaan yang kamu rasakan?

Aku lelah. Orang mungkin dapat berkata bahwa aku adalah seorang wanita kuat dan cuek yang tidak akan mungkin menjadi lemah dengan mudahnya. Mereka pasti akan berkata bahwa aku adalah wanita yang sangat kuat, sehingga aku tidak akan mungkin merasakan yang namanya sakit hati.

Salah!! Semua itu salah! Bahkan wanita terkuat sekali pun, kalau sudah menyangkut hati aku yakin mereka akan menjadi lemah. Lemah layaknya seorang bayi yang baru lahir. Mereka akan menjadi begitu sensitif terhadap semua hal yang terjadi. Seketika itu juga mereka akan menjadi orang lain, seperti ketika kamu menjentikkan jarimu.

Sebenarnya, aku yang bodoh atau kamu yang bodoh? Bodoh karena kamu tidak memahami sinyal atau kode yang selama ini sudah aku lemparkan secara gamblang. Mungkin kamu juga bodoh, karena kamu tidak memahaminya.

Tapi dibalik itu semua, kenapa kamu  tidak peka, masa bodoh, cuek, mau menang sendiri, dan tidak mau mengalah Sedangkan aku, aku selalu mengalah, aku selalu membuatmu bahagia walaupun sebenarnya batinku tersiksa karenanya.

Sejujurnya, ada pertentangan hebat antara logika dan hatiku ketika melakukan hal tersebut. Tapi, apakah kamu pernah menduganya? Tidak!! Bahkan kamu meremehkan perasaanku itu. Perasaan tulus yang aku berikan padamu karena aku benar-benar mencintaimu.

Bosan, lelah, kecewa, dan muak. Mungkin itu adalah perasaan yang sangat tepat menggambarkan perasaanku saat ini. Ya, aku sangat kecewa denganmu.

Aku sangat kecewa, karena ternyata kamu merupakan orang yang paling egois yang hidup di muka bumi ini. Kecewa, karena kamu tidak pernah menghargai sedikitpun kebaikan yang telah aku berikan padamu.

Aku memang bodoh, karena aku selalu memberikanmu kesempatan untuk membalas cinta yang kuberikan. Mungkin memang aku yang terlalu berharap kepadamu.

Saat ini, aku sudah belajar. Aku belajar untuk menerima, tanpa mendendam. Aku percaya bahwa jikalau memang engkau adalah orang yang baik untukku, suatu saat nanti kamulah yang akan kembali padaku.

Tapi, aku tak yakin kalau aku akan memperlakukanmu seperti dulu. Tapi itulah aku! Aku memang seorang wanita bodoh dan lemah, yang terlalu berharap pada suatu hal yang kenyataan pahit yang sebenarnya sudah aku tahu.

Sumber foto: Huffington Post

Author avatar

Mellysa Ariani

Penulis kreatif yang kadang suka kehabisan ide. Seorang traveller, videografer and movie addict. Yuk nonton! Bayarin ya, nanti jadian deh!

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *