Scroll to top

Peneliti mengungkap makan tanah bagus untuk diet


Toshiko Potoboda - June 1, 2019 - 0 comments

Semua tentu tahu kalau musuh utama kita adalah kegemukan. Untuk melawannya, ada berbagai jenis diet yang dibuat. Misalnya saja diet keto, mayo, mediterania, dan lainnya.

Namun, ada satu diet ekstrem yang baru-baru ini muncul. Secara gamblang, diet ini soal makan tanah untuk menurunkan berat badan.

Sebenarnya, sudah lama sejarah dan budaya tertentu telah mengajarkan manusia untuk makan tanah untuk kesehatan. Praktik ini namanya geofagi–praktik; yang dijelaskan sebagai makan tanah termasuk lempung, batu, dan kerikil. Manfaatnya membuat perut nyaman dan melindungi dari serangan virus dan bakteri.

Seorang dokter Yunani Kuno, Hippocrates bahkan menggambarkan manfaat mengonsumi tanah. Ia juga menyarankan agar anak-anak mereka mengikutinya. 

Bukti pendukung lainnya adalah sebuah film dokumenter Eat White Dirt (2015) yang mengeksplorasi masyarakat di selatan Amerika sangat suka mengunyah kaolin –sejenis tanah liat putih yang terbentuk dari mineral. Kaolin sebenarnya juga ditemukan dalam obat Kaopectate yang digunakan untuk anti-diare.

Manfaat tanah bukan hanya untuk kesehatan perut. Dikutip dari DailyMail, para peneliti Universitas Australia Selatan menemukan bahwa tanah punya manfaat kesehatan lain. Lebih dari sekadar meredakan nyeri perut.

Saat Tahnee Dening, seorang kandidat PhD, mencoba menemukan senyawa yang dapat meningkatkan cara tubuh menyerap pil antipsikotik. Ternyata partikel tanah liat tidak melepas obat; justru menarik tetesan lemak.

Dening dan rekan-rekannya menguji teori ini dengan memberi makan sekelompok tikus dengan makanan berlemak. Kemudian tikus-tikus ini diberikan satu dari tiga suplemen; obat penurun berat badan, orlistat, dan tanah liat yang disebut montmorillonite atau plasebo.

Tikus yang makan suplemen tanah liat mendapatkan berat yang paling rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa tanah membuat lemak keluar dari sistem pencernaan mereka lebih baik daripada obat lainnya.

Material tanah justru menarik tetesan lemak. Malah menyerapnya. Material tanah liat mengikat lemak dalam struktur partikelnya, juga mencegah lemak diserap oleh tubuh. Analisanya menunjukkan bahwa lemak hanya melewati sistem pencernaan.

“Pada dasarnya kami ingin menyerang pencernaan lemak dan penyerapan dalam dua cara yang berbeda. Kami berharap ini akan mengarah pada penurunan berat badan yang lebih besar dengan lebih sedikit efek samping,” jelas Dening seperti disiarkan DailyMail.

Perilaku unik material tanah terhadap lemak ini memberikan indikasi bahwa tanah bisa menyembuhkan obesitas. Enggak heran lempung bentonit mulai populer di kalangan selebriti dunia dan kaolin yang dikonsumsi di selatan Amerika.

Menurut Dr Clive Prestige, pengawas Dening, mengingat bahwa bahan tersebut umumnya dianggap aman dan digunakan secara luas dalam produk makanan dan nutraceutical, uji klinis pada manusia dapat segera dimulai.

Kira-kira bila memang berhasil pada manusia, apakah kamu tertarik mencobanya?

Author avatar

Toshiko Potoboda

http://www.toshikoiko.wordpress.com
Drummer perempuan yang suka nulis di Stikynote.com sambil minum mocha dingin less sugar.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *