Scroll to top

The Musketeers: Sajian Perdana Perkumpulan KataK Independen


- September 27, 2016 - 0 comments

Perkumpulan KataK akan membawakan hasil produksi perdananya setelah berdiri sebagai badan hukum yang sah dengan judul The Musketeers, hasil adaptasi karya penulis Perancis, Alexandre Dumas, pada 23-25 September 2016 di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Venantius Vladimir Ivan kembali berperan sebagai sutradara.

Dalam prosesnya, KataK kembali berkolaborasi dengan Drama Club Sastra Inggris Universitas Bina Nusantara (Binus), setelah keduanya sukses mementaskan Hamlet pada September tahun lalu. Selain itu, kali ini KataK juga bekerja sama dengan grup tari kontemporer Serenity.

The Musketeers berkisah soal pemuda miskin asal Gascogne bernama D’Artagnan yang berkelana ke Paris untuk mewujudkan mimpi menjadi anggota musketeer kerajaan, pasukan penjaga yang biasa mengawal saat raja bepergian ke luar kediaman kerajaan.

Perjalanan ini membawa D’Artagnan terlibat ke dalam berbagai intrik politik Kerajaan Perancis. Semua bermula saat ia terlibat perkelahian dengan pasukan Rochefort, kaki tangan Kardinal Richelieu, di sebuah rumah makan.

Lalu, di tengah usaha pencarian terhadap Rochefort untuk balas dendam, D’Artagnan justru berpapasan dengan tiga musketeer penjaga Raja Louis XIII: Athos, Porthos dan Aramis. Mereka terlibat pertengkaran, hingga D’Artagnan menantang duel ketiga musketeer tersebut satu per satu.

Tak disangka, D’Artagnan dan ketiga musketeer justru kemudian berkawan baik hingga mereka terlibat dalam usaha mencegah terjadinya perang antara Kerajaan Perancis dan Inggris yang hampir saja terjadi karena provokasi Kardinal Richelieu.

Perang Agama
Dalam sejarah, Kerajaan Perancis dan Inggris memang terlibat perang agama pada rentang 1627-1629. Klimaks pertempuran terjadi saat pengepungan kota La Rochelle pada 1627-1628. Kala itu, pasukan kerajaan Louis XIII (pro-Katolik) berhadapan dengan kelompok Huguenot (pro-Protestan) yang disponsori oleh George Villiers, 1st Duke of Buckingham.

Raja Louis XIII memenangkan perang tersebut. Sementara itu, setelah kekalahan di La Rochelle, Inggris memutuskan untuk menghentikan keterlibatannya dalam politik praktis di Eropa, lalu menandatangani pakta perdamaian dengan Perancis pada 1629.

Sebelumnya, reformasi Protestan di Eropa diinisiasi oleh Martin Luther asal Jerman dan berlangsung sekiranya pada kurun waktu 1517-1648. Luther mengkritik keras komersialisasi pengampunan dosa dalam doktrin Katolik saat itu.

Tokoh Sejarah
Dalam novel The Three Musketeers, karakter D’Artagnan terinspirasi dari Charles de Batz-Castelmore, pemuda asal Gascogne yang pergi berkelana ke Paris pada 1640 (bukan 1625 selayaknya dikisahkan Dumas). Ia menjalani karier cemerlang sebagai anggota musketeer kerajaan di bawah kekuasaan Raja Louis XIV dan Kardinal Mazarin, suksesor Raja Louis XIII dan Kardinal Richelieu. Ia meninggal pada 1673 di tengah pertempuran Kerajaan Perancis dalam usaha pengepungan kota Maastricht di Belanda.

Athos, Porthos dan Aramis juga merupakan tokoh nyata yang pernah menjadi anggota musketeer kerajaan, masing-masing bernama asli Armand d’Athos, Isaac de Portau dan Henry d’Aramitz. Ketiganya tercatat pernah bergabung dalam pasukan musketeer kerajaan pada masa 1640an.

Raja Louis XIII, Ratu Anne dan Kardinal Richelieu juga hadir dalam sejarah. Satu-satunya tokoh fiksi yang memainkan peranan besar dalam kisah The Three Musketeers karya Dumas adalah Milady de Winter, yang digambarkan sebagai kaki tangan Kardinal Richelieu yang pernah menjalin hubungan asmara dengan Athos.

Perkumpulan KataK
Awal mula KataK dapat ditelusuri hingga 2007, saat empat mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Gading Serpong, Tangerang, mendirikan komunitas bernama Anak UKM Teater UMN (Autumn) atas dasar kecintaan pada dunia seni peran. Mereka adalah Ciptoning Hestomo, Paramitha Devi, Schoollaus Daleru, dan Yosep Raharjo Sumanto.

Namun, sedikitnya jumlah anggota dan ketiadaan sosok pelatih terpaksa membuat teater ini vakum selama kurang lebih setahun. Barulah pada April 2009, mereka “hidup” kembali setelah diminta tampil dalam acara perayaan Paskah Grup Kompas Gramedia. Saat itu, mereka sukses mementaskan naskah Sang Pemenang di bawah arahan pelatih baru, Venantius Vladimir Ivan.

Pada 12 Juni 2009, teater ini diperkenalkan sebagai UKM resmi di UMN. Namanya pun berganti menjadi Teater KataK yang mengusung moto “Berani melompat lebih tinggi melewati batasan yang ada”. Huruf “K” di awal dan akhir KataK menunjukkan keseimbangan pada diri tiap anggotanya dalam menjalani dunia di dalam dan luar seni peran.
Sejak itu, Teater KataK mulai rajin berproduksi, hingga rutin mengadakan pentas besar setidaknya setahun sekali di luar kampus UMN, dari Apakah Cinta Sudah Mati di Gedung Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, pada 2012; Perkawinan di Teater Kecil, Taman Ismail

Marzuki, pada 2013; Dokter Gadungan di GKJ pada 2014; serta Benarkah Cinta Sudah Mati di Teater Kecil dan Kebun Ceri di GKJ pada 2015.

Pada pertengahan tahun lalu, Teater KataK kembali mengembangkan sayapnya melalui kolaborasi dengan Drama Club Sastra Inggris Binus di Jakarta. Bersama-sama, mereka memproduksi Hamlet hasil adaptasi karya sastrawan Inggris, William Shakespeare, yang dipentaskan di GKJ pada September 2015.

Mayoritas pemain yang ada dalam produksi Hamlet merupakan alumnus kampus UMN yang juga dulunya aktif terlibat dalam berbagai produksi Teater KataK UMN. Bedanya, kala itu mereka kembali unjuk gigi secara independen tanpa keterlibatan pihak kampus UMN.

Dan akhirnya, para alumnus tersebut bersama dengan pelatih Venantius Vladimir Ivan sukses mendorong pendirian badan hukum bagi perkumpulan KataK yang bergerak di bidang sosial dan budaya pada 3 Juni 2016.

The Musketeers pun akan jadi langkah awal bagi perkumpulan KataK dalam menjawab perubahan zaman dengan melestarikan kegiatan seni dan menyuguhkan sajian yang tetap relevan dengan konteks kekinian.

***
The Musketeers
Gedung Kesenian Jakarta
Jumat, 23 September 2016 – 19.30 WIB
Sabtu, 24 September 2016 – 19.30 WIB
Minggu, 25 September 2016 – 16.30 WIB

Tiket
Kardinal: Rp 150.000
Raja: Rp 100.000
Ratu: Rp 75.000
Musketeers: Rp 50.000

Kontak
Ponsel: 081906416039
Line: ticketteaterkatak
E-mail: ticket@teaterkatak.org

Info
Twitter/Instagram/Line: @teaterkatak
Facebook/Youtube: Teater KataK

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *