Scroll to top

Mengingat untuk Melupakan Mantan, Terima Kasih The Vamps


admin - August 15, 2019 - 0 comments

Sumber Foto: Katharina Menge

Banyak orang bilang, musik adalah ungkapan perasaan seseorang. Bagi saya, musik adalah cara untuk mengingat seseorang. Tentu, tak sembarang orang bisa singgah di ingatan saya.

Salah satu musik yang sampai detik ini membuat saya teringat akan sosok mantan adalah Can We Dance milik The Vamps. Alasannya sederhana, selain karena saya tahu lagu ini dari dia, lagu ini juga penuh nada-nada yang ceria. Itu saja.

Dari situ, saya mencari-cari informasi soal The Vamps; mulai dari siapa saja personel-nya, hingga lagu-lagu yang dirilisnya. Awalnya, supaya ada benang merah dalam masa pendekatan. Saya juga masukan beberapa lagu (ke dalam playlist) yang dirasa enak di pendengaran. Sebut saja, saya jadi penggemar dadakan The Vamps.

Beberapa tahun belakangan, paska putus, saya sudah mulai jarang mendengar lagu-lagu milik The Vamps. Kendati demikian, setiap mendengar Can We Dance, sosoknya masih selalu muncul. Sial!

Suatu hari tanpa sengaja (dari unggahan instastory seorang teman), saya mengetahui band pop rock asal Inggris itu akan manggung di Indonesia. Tiba-tiba hati saya berkecamuk tak karuan.

Ada keinginan untuk menonton penampilan The Vamps. Mendengar lagu Can We Dance yang dinyanyikan langsung Bradley Cs. Namun, separuh logika saya bertanya: buat apa?

Akhirnya, H-7 saya putuskan untuk datang ke konser perdana The Vamps di Indonesia.

Tanggal 13 Agustus 2019, tepat di mana The Vamps dijadwalkan akan manggung di The Kasablanka Hall, Jakarta selatan, hati saya mulai tak karuan. Terlebih ada kabar soal The Vamps yang terjebak di Bandara Internasional Hong Kong, karena ada keributan. Kejadian itu, Bradley Cs terpaksa ‘menginap’ selama 22 jam di bandara dan menunda jadwal konser di Indonesia. 

Pertunjukan pun mundur jadi tanggal 14 Agustus 2019 (di tempat dan jam yang sama). Saya sempat kecewa namun juga lega karena Bradley Cs akan tetap manggung di Indonesia. 

Singkat cerita, saya sudah berada di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan sekitar pukul 18.00 WIB. Terlihat Vampettes (sebutan untuk penggemar The Vamps) sudah mulai mengantre memasuki venue acara. Terlihat wajah-wajah para ABG yang tak sabar untuk karaoke dan galau berjamaah. Meski sudah tak belia, saya tak bisa menutupi wajah gembira.

Saya mulai masuk ke dalam venue pukul 19.30 WIB, alias 30 menit sebelum pertunjukan dimulai. Sambil membuang waktu, saya menghafal setlist yang akan dimaikan Bradley dan kawan-kawan. Maklum, penggemar dadakan.

Lalu pada pukul 20.11 WIB pertunjukan pun dimulai. Sebelum Bradley Cs tampil, kami diminta untuk menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’. Semua penonton bernyanyi dengan rasa hormat.

Setelah itu, Bradley Simpson (vokal), Connor Ball (gitaris bas), James McVey (gitar), dan Tristan Evans (drum) muncul untuk pertama kali dan langsung membawakan Just My Type.

Fyi, lagu yang dirilis pada 2017 ini berkisah tentang seseorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama dan ia merasa orang itu adalah tipe ideal-nya. Lagu yang dibawakan dengan nge-beat itu berhasil ‘memanaskan’ para penonton yang ada. Kami pun bernyanyi bersama. Terdengar riuhan penonton bersorak ‘But I, I, I Love it. I, I, I Love it’ memenuhi isi The Kasablanka Hall. 

Selanjutnya, band yang dibentuk pada 2012 itu menyanyikan lagu Personal, dan Wild Heart. Di sela-sela momen itu, Bradley yang tampil mengenakan kaus putih dan celana bahan hitam meminta maaf kepada para penonton, karena harus menjadwal ulang konser yang harusnya digelar pada Selasa (13/8) malam.

“Halo Jakarta, kalian terlihat menyenangkan malam ini. Kami The Vamps, ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk menjadwal ulang konser. Kita akan berpesta malam ini,” katanya

Setelah itu, ia menyanyikan lagu For You sebagai permintaan maaf sekaligus persembahan kepada para penonton. Kala itu, Bradley bernyanyi sambil memainkan keyboard. Penonton pun mengangkat tangannya ke atas sambil bertepuk tangan.

Belum juga reda, kami dibuat sendu lagi dengan All The Lies yang dibawakan Bradley Cs. Lagu ini punya lirik yang benar-benar menyayat hati. Tahan, tahan, air mata saya hampir menetes di lagu ini.

Setelah All The Lies, Bradley Cs membawakan lagu Somebody to You. Di akhir lagu itu, para penonton kompak menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Tristan Evans (yang akan berulang tahun pada 15 Agustus mendatang).

Bradley pun kembali bernyanyi sambil membawakan lagu We Don’t Care, Waves, Middle of the Night, Father, Last Night, Hair Too Long, hingga Can We Dance yang paling saya ditunggu-tunggu.

Sambil merekam, saya menyanyikan lagu ini bait demi bait. Dengan lighting yang megah bernuansa merah, hijau, dan putih, mood saya pun semakin meningkat. Seperti terbawa suasana. Pikiran soal si mantan sesekali terlintas, tapi semua itu teralihkan berkat penampilan Bradley yang lincah dan energik.

Wake Up kemudian menjadi lagu terakhir sebelum encore. Saya benar-benar menikmati pertunjukan ini. Setidaknya, saya menikmatinya karena The Vamps, mungkin karena Bradley; bukan karena dia.

Sebelum menyanyikan tiga lagu encore-nya, surprisingly Brad meminta semua penonton (dari Festival A dan B) untuk maju dan berkumpul di area VIP dekat dengan panggung utama.

Penonton pun bersorak, pagar pembatas kemudian dibuka oleh para petugas. Sontak semua penonton berlari sekencang-kencangnya agar bisa mendapatkan posisi paling depan, termasuk saya.

Beruntunglah, saya mendapat barisan kedua di sebelah kiri panggung. Di posisi itu, Bradley benar-benar terlihat cukup dekat. Hati saya semakin deg-degan tak karuan. Kharisma vokalis atau anggota band memang bedebah!

Ia pun langsung menyanyikan Cheater sambil mendekat kepada para penonton. Sesekali ia juga berinteraksi dengan para penonton di depan. Suasana semakin ‘panas’ malam itu. 

Baca juga: 3 Film wajib untuk kamu yang hobi menulis dan membaca

Bradley mengaku senang dengan konser malam itu. Ia juga mengaku ingin kembali ke Indonesia. “Kami harus kembali ke Jakarta. Iya atau tidak? Aku mau meminta untuk menyalakan flash di ponsel kalian. Kita akan menyanyikan lagu Risk It All,” kata laki-laki kelahiran 1995 itu.

Salah satu momen yang membuat para penonton makin bersorak riuh adalah saat Bradley duduk di atas panggung. Ia menanyakan sesuatu kepada salah seorang petugas, lalu ia mengucapkan kalimat “Aku cinta padamu” yang disambut teriakan para penonton belia.

Sayang Missing You tak dinyanyikan malam itu, gantinya Bradley membawakan lagu All Night sebagai penutup. Ia dengan lincah berlari ke sana kemari. Sesekali ia menyeka keringatnya yang mulai bercucuran.

Tak terasa pukul 21.30 WIB pertunjukan berakhir. Bradley Cs berjanji akan kembali ke Indonesia. Semua personil The Vamps maju ke depan dan membungkuk bersama, disusul dengan Tristan yang melemparkan kedua stik drumnya ke arah penonton. 

Teriakan penonton semakin kencang, seperti tak rela melepaskan para idolanya. Terlihat pula beberapa belia meneteskan air matanya. Saya pun hampir demikian. 

Konser ini benar-benar menyenangkan. Meski sesekali saya teringat akan mantan, tapi lagu-lagu yang dibawakan The Vamps seakan mengalihkan perhatian saya. Betapa ajaibnya memang kekuatan sebuah musik.

Well, semoga The Vamps bisa mengadakan konser lagi di Indonesia! Terima kasih telah bikin saya lupa dengan mantan. Mungkin di konser berikutnya, saya akan bawa seorang lain untuk menciptakan kenangan baru.

Whatta night! Thank you The Vamps!

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *