Women

Januhairy: Tidak mencukur bulu, tidak tabu

#Januhairy: Tidak mencukur bulu, tidak tabu

Kamu tentu paham betul bahwa kita kerap menciptakan standar ideal terhadap penampilan. Didukung dengan media massa, iklan, dan semacamnya, akhirnya kita jadi ikut termakan dengan standar ideal yang nyatanya makin berubah.

Coba ingat-ingat saja, bila tahun 80-90an tubuh ideal perempuan adalah yang agak berisi, makin ke sini ukuran tubuh perempuan makin kecil. Standar yang juga berubah ini membuat kita jadi ikut-ikutan; menahan lapar, menambah ukuran payudara, dan berbagai perlakukan terhadap tubuh sedemikian rupa agar meet the standart.

Sudah banyak yang memperjuangkan tentang hal ini, bahwasannya perempuan juga punya haknya untuk bebas; tanpa dibatasi standar. Gerakan body positivity juga banyak bermunculan guna memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mensyukuri bentuk tubuh sendiri. Salah satu yang sedang digalakkan di bulan Januari ini adalah #Januhairy.

Gerakan ini diinisiasi oleh Laura Jackson dari Warwickshire, Inggris sejak awal bulan Januari. Kampanye ini juga digarap untuk mengumpulkan dana proyek body positivity ”Body Gossip”.

Gerakan Januhairy bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pertumbuhan bulu sebagai suatu hal alami pada tubuh perempuan. Di satu sisi, masyarakat masih banyak yang berpikir bahwa tumbuhnya bulu pada bagian tertentu –seperti ketiak dan kaki– jadi hal yang dianggap tabu.

Rupanya banyak perempuan yang setuju dengan gerakan ini. Coba simak taga #Januhairy di Instagram untuk lihat kisah seru mereka.

https://www.instagram.com/p/BsJHcM8gpLe/

Kalau kamu, jadi yang setuju atau tidak?

Sumber foto: Pixabay

Januhairy: Tidak mencukur bulu, tidak tabu was last modified: January 24th, 2019 by Admin