Scroll to top

Catatan untuk kamu yang hanya bisa diam


Mellysa Ariani - August 9, 2016 - 0 comments

Sebagai seorang wanita kamu pasti dihadapkan pada banyak pilihan. Coba deh kamu pikirkan, jika kamu diharuskan memilih di antara dua pilihan laki-laki, mana yang akan kamu pilih; laki-laki yang kamu cintai namun tak kunjung memberikan kepastian atau laki-laki lain yang menawarkanmu cinta yang benar-benar ia tunjukkan?

Perempuan, pada dasarnya ingin diperjuangkan. Mereka haus akan pengungkapan bukti bahwa ia disayangi, dirindukan, dan dicintai. Terlebih lagi, dia hanya butuh diyakinkan bahwa ada cinta yang baik untuknya; tidak dibagi dengan perempuan lain.

Sayangnya, perempuan juga lebih sering memendam perasaan, layaknya perasaan rindu terhadap orang yang disukainya. Jika orang yang mereka sukai itu tidak merasakan hal yang sama, maka mereka akan sakit hati.

Bahkan ada beberapa di antara perempua yang merasa dirinya konyol, kemudian mengutuk dirinya sendiri.

Mengapa kebanyakan perempuan lebih banyak diam? Ya simpel, karena kami tau kami tidak akan kuat menahan jika perasaan kamu ditolak. Sebab, kami hanyalah seorang perempuan yang hanya membutuhkan kepastian.

Tapi, coba deh kita pikirkan kembali baik-baik. Sampai kapan kita harus menunggu ketidakpastian yang hanya berujung pada rasa sakit hati karena perasaan tersebut tidak tersampaikan?

Jika kamu memang menyukai seseorang dengan sepenuh hati dan tak bisa lagi menahan perasaanmu, ada baiknya kamu sampaikan kepada dia yang telah mencuri hatimu.

Sebab, lebih baik kamu menerima kenyataan kamu ditolak lebih dini, sebelum kamu semakin lama semakin terpuruk dengan perasaan kamu sendiri.

Sakit hati? Galau karena ditolak? Sudah pasti! Tapi lebih baik kamu mengetahuinya lebih awal, kan? Jadi tidak, bukankah kamu jadi terlalu lama larut dalam kesedihan itu?

Karena terkadang, kamu hanya punya satu kesempatan untuk bersama dia…

Sumber foto: 7 Themes

Author avatar

Mellysa Ariani

Penulis kreatif yang kadang suka kehabisan ide. Seorang traveller, videografer and movie addict. Yuk nonton! Bayarin ya, nanti jadian deh!

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *