Love

Catatan buat jomblo yang suka mendengar curhatan orang lain

Pernahkah kalian merasa terpojok? Ibarat ingin lari tapi sudah sampai pinggiran sungai; yang mana di sana juga ada banyak buaya jago silat yang siap menerkam. Bayangkan, kalian akan kena pukul, tendang, dan banting baru dikoyak dan dimakan!

Terpojok di atas sama rasanya ketika kita nggak ada amunisi (baca: jawaban) lain saat ditanya “kapan nikah” oleh tante di arisan keluarga, selain amunisi “belum ada calon tante”. Pahit kan rasanya bilang gitu, makan daun singkong sambil minum jamu kalah rasanya!

Tapi jangan sedih, jomblo itu bukan kutukan apalagi hinaan. Buat saya jomblo itu ibarat belajar yang nggak pakai ujian! Aneh kan?!

Kalian pernah nggak sih sebagai jomblo, sahabat kalian yang punya pacar selalu cerita ke kalian tentang masalah hubungannya? Pernah nggak kalian merasa heran, “Gue kan jomblo, kenapa ini orang tanya ke gue ya?”.

Ini semacam nanya bagimana rasanya jalan-jalan ke London sama orang yang naik pesawat terbang saja belum pernah. Tapi memang begitu, kenapa kalian (tunjuk orang yang punya pacar) selalu curhat ke orang yang nggak punya pacar?

Wahai orang-orang yang punya pacar, adakah rasa kasihan kalian sama teman yang jomblo ini? Kalian hanya menempatkan para jomblo ke dalam teaser yang berisi masalah-masalah dalam setiap hubungan! Karena itu mereka (si kaum jomblo ini) selalu merasa insecure saat memilih pasangan!

Ah gue mah kalau cari cowok nggak mau yang suka pake sepatu boots ah, tukang selingkuh!” Damn! Judgement semacam ini yang gawat buat para kaum jomblo! Gimana kalau dia tinggal di pulau yang laki-lakinya pakai sepatu boots semua?

Tanpa sadar, kalian (tunjuk orang yang punya pacar) memojokkan kaum jomblo sampai ke pinggiran sungai kehidupan! Pinggiran pilihan antara daratan dan sungai keraguan di depannya. Membuat mereka takut untuk melangkah, membuat semua cowok yang dekatin mereka itu jadi buaya jago silat.

Padahal memilih itu nggak sesulit itu kan, apapun pilihan kita itu adalah pilihan yang tepat! Ya! Baca sekali lagi, pilihan yang tepat! Entah akan jadi pelajaran ke depannya, atau jadi teman seumur hidup kemudian.

Kalian tidak ubahnya seperti membully emosi para kaum jomblo, karena saat mereka tua nanti, mereka hanya akan menyesali pilihan yang tidak mereka ambil saat itu; “kenapa gue gak sms dia duluan” atau “kenapa gue sok sibuk pas diajak dia jalan”.

Dan bagi kalian para jomblo, ayolah! Coba lompat ke atas kepala buaya itu karena sebenarnya mereka tidak seseram itu. Mungkin mereka hanya jago silat, bergigi tajam, seram di luar, bersisik kasar, dan berkulit hijau.

Tapi coba beranikan untuk mengenal mereka lebih dekat, bisa jadi itu hanyalah sosok Micky Mouse yang menyamar sebagai buaya karate. Mana kita tahu kalau tidak kita coba? Ambil keputusan itu, tarik nafas dalam-dalam dan beranikan ambil ujian itu. Kemudian, dewasakan diri kalian bersamanya.

Catatan buat jomblo yang suka mendengar curhatan orang lain was last modified: September 14th, 2016 by Widya Wicaksono