What's Happening

Biasakan diri nonton film Eropa di Europe on Screen 2017

Kali ini Iky mau ajak kalian diskusi cerdas. Coba kamu lihat deh film-film di bioskop Indonesia. Kalau kamu perhatikan bioskop di Indonesia masih didominasi film-film dari Amerika. Padahal, film-film dari Eropa juga nggak kalah seru dan berkualitas loh!

Di samping itu, film merupakan budaya dan aset penting dalam perekonomian Eropa loh! Industri film Eropa- yang merupakan bagian dari industri budaya dan kreatif yang secara kolektif menyediakan tujuh juta pekerjaan dan menghasilkan 4,3% dari PDB Uni Eropa, secara internasional diakui sebagai salah satu sentra produksi film beragam dan terbesar di dunia.

Sayangnya, masih banyak yang bilang kalau film-film Eropa itu nontonnya berat, “Ah, takutnya nggak ngerti!”. Mungkin kamu hanya kurang terbiasa! Kalau begitu, kamu masih masuk dalam sebagian besar masyarakat Indonesia yang belum terbiasa menonton film beragam cerita dan genre.

Tidak bisa berhenti makan? Kamar berantakan ngaruh ke nafsu makan loh!

“Saat ini, penonton Indonesia masih sangat muda. Kami, para pelaku film sudah mulai membuat genre dan cerita yang beragam untuk membiasakan masyarakat Indonesia dengan alur yang baru. Bila masyarakat sudah terbiasa, saya yakin industri perfilman di Indonesia bisa semakin berkembang,” ungkap Yulia Evina Bhara, Produser film Istirahatlah Kata-kata.

Biasakan diri dengan nonton di Europe on Screen 2017

Buat kamu yang ingin membiasakan diri dengan ragam film baru, cobalah untuk mampir ke Europe on Screen 2017. Gelaran pemutaran film Eropa ini akan dimulai dari tanggal 5-14 Mei 2017 di enam kota Indonesia; Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta.

“Ada 74 film berkualitas dari 21 negera yang merupakan film-film pemenang penghargaan; antara lain Festival Film Berlin, Penghargaan Oscar, Golden Globe, Film Eropa Terbaik 2016, dan penghargaan lainnya. Semua film ini akan diputar gratis di EOS 2017,” jelas Orlow Seunke, Direktur Festival EOS 2017.

Apa saja filmnya? Ada tiga main sections untuk film yang tayang. Pertama ada XTRA section dengan 18 film Eropa yang merupakan box office, pemenang Oscar, atau pemenang Cannses. Beberapa film tersebut adalah A Perfect Day, A Man Called Ove, Julieta, Elle, Toni Erdmann, dan lainnya.

Pada DISCOVERY section akan ada 23 film yang akan menggali keunikan dari sutradara bertalenta. Ada Son of Saul yang merupakan film pemenang Oscar, Goodnight Mommy, Room, Carte Blache, Clean Hands, Glory, dan masih banyak film lainnya.

Section utama berikutanya ada DOCU section yang menampilkan film dokumenter Eropa pilihan. Diantaranya ada A Syrian Love Story yang diproduksi selama 5 tahun, Clear Years yang memakan waktu produksi hingga 9 tahun, Everything Under Control, Fire at Sea, La Chana, dan lain-lain.

Selain tiga section utama di atas, ada tiga section yang lebih kecil. Ada RETRO section yang menampilkan enam film; tiga film dari Luis Bunuel (The Exterminating Angel, Tristana, dan Virdiana) serta tiga film lainnya dari ALfred Hitchcock (The 39 Steps, The Man Who Knew Too Much, dan Blackmail yang diproduksi saat masa transisi dari silent movies ke film berbicara).

Di section OPEN AIR SCREENING akan tayang film-film populer yang juga rilis di bioskop Indonesia seperti Now You See Me 2, Paddington, Under The Shadow, The new Adventures of Alladin, dan film seru lainnya.

Side section yang terakhir adalah FILM MEETINGS. Sejak lima tahun lalu, EOS berupaya mendukung bakat dan visi kreatif para sutradara pemula di Indonesia. Section ini adalah tempat berbagi ilmu dan pengalaman para pelaku film di Eropa kepada penggiat film di Indonesia. So, buat kamu yang hobi perfilman, wajib banget datang ke Film Meetings ini.

Ada empat tamu yang datang ke Film Meetings; yaitu Martin Koolhoven (Writer-Director Brimstone), Jeroen Beker (Produser The Paradise Suite), Andrzej Chyra (Akotr Carte Blance dan 11 Minutes), dan Marko Rohr (Documetary Film Maker Tale of Lake).

Psst! Ini dia rahasia perempuan yang mencintai pekerjaannya!

“Saya harap festival ini dapat terus menjadi jembatan antara warga dengan segala perbedaan kepercayaan, pemikiran, dan nilai-nilai. Melalui cara yang menyenangkan dan memancing diskusi, saya harap EOS juga bisa menginspirasi penonton Indonesia untuk mengembangkan industri film sebagai aset budaya yang penting, denga potensi kreatif yang luar biasa,” tegas Michel Geurts, Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

So, tunggu apalagi? Iky sih mau jadi perempuan-perempuan cerdas yang nonton film berkualitas! Oh iya, kalau kamu setuju sama Iky, silakan lihat jadwal film di www.europeonscreen.org. Yuk, nonton bareng!

Biasakan diri nonton film Eropa di Europe on Screen 2017 was last modified: May 3rd, 2017 by Admin