Scroll to top

#AskIky: Apakah dia hanya terpaksa jadian sama aku?


- December 28, 2016 - 0 comments

Halo Iky,

Namaku Tina dan saat ini aku sedang menjalin hubungan sama… umm sebut saja Dino. Jadi, kami sudah pacaran selama delapan bulan. Sebelum lanjut, aku mau cerita dulu ya soal gimana doi nembak aku.

Gini, jadi dulu sebenarnya kita sudah dekat lama banget! Cuma dianya nggak nembak-nembak aku. Semua serangan kode aku lancarkan termasuk ngajakin dia nemenin aku kondangan.

Sebenarnya respon dia baik-baik saja bahkan dia nggak pernah mennolak kalau aku ajak ke kondangan. Dia juga nggak pernah komplain ini itu kalau aku ngenalin dia ke teman-teman aku.

Chemistry kita sebenarnya sudah terasa banget. Aku pribadi sih tidak melihat adanya sinyal penolakan dari dia. Sampai akhirnya aku capek banget dan aku tanya sama dia “kita tuh sebenarnya gimana, sih?”.

Baca juga: Mungkin dia hanya tidak tertarik denganmu

Nah, justru di momen itu kita jadian. Dia bertanya kembali ke aku, “Ya kamu ngerasanya gimana?”. Di situ aku cerita kalau menurut aku kita terlalu eksklusif untuk jadi teman.

Di situ akhirnya dia bilang, “Ya sudah, jadiin saja…”. Gitu, GITU AJA!!!! SEGITU AJANYA! Ya dari situ sih kita memang kayak orang pacaran. Aku juga nggak pernah lihat dia aneh-aneh dan kita jalan begitu saja.

Cuma, aku tuh nggak ngerti ya… Dia kayak nggak ada sweet-sweetnya sama sekali! Aku tahu dia memang bukan tipikal yang “have a good night, babe” dan semacamnya. Tapi ya masa ulang tahun aku dia cuma ngajak aku nonton dan jalan kayak biasa ngedate saja.

Aku sebenarnya bukan cewek yang melulu pengen bunga atau dinner fancy. Tapi, aku pengen gitu sesekali ngerasain itu sama dia. Makin ke sini aku juga makin berpikir kalau apa sebenarnya dia jadian sama aku cuma karena kasihan? Atau mungkin dia sedang cari waktu yang tepat untuk mutusin aku?

Aku harus bagaimana nih, Iky?


Halo Tina,

Kok nama cowok kamu Dino sih? Kenapa bukan Rahul? Ya sudah skip saja bagian ini!

Tina sudah nonton My Annoying Brother? Mending coba nonton deh, Iky kasih trailer-nya ya:

Film itu mengajarkan kalau nggak semuanya cowok yang cuek itu brengsek. Coba lihat Doo-Sik (Cho Jung-Seok) yang kelihatannya tidak peduli tapi justru diam-diam begitu sayang dengan adiknya.

Kamu nggak bisa ngejudge cowok brengsek karena dirinya terlalu kaku atau mungkin sekadar nggak paham kode. MEREKA MEMANG DICIPTAKAN BEGITU. Sama seperti kalau kamu bertanya, “kenapa kalau apel dilempar ke atas akan jatuh ke bawah?”. Sudah, nggak ada solusi untuk melawannya. Begitu adanya.

Cewek harus tahu tentang kotak kosong yang dimiliki pria

Kamu juga perlu pahami kalau cowok itu harus berjuang menghadapi egonya untuk melakukan apa pun. Itu juga harus jadi bahan pertimbangan kamu! Doo-Young aja susah banget manggil kakaknya sendiri kakak, padahal sayang loh!

Kalau menurut Iky, tidak ada salahnya kamu duduk berdua dan berbincang langsung soal apa yang kamu rasakan. Nggak usah segala kode, ini bukan Sherlock Holmes! Jujur saja tanya:

“Babe, yang, nta (atau apa lah panggilan sayang kamu!), ada yang mengganjal nih. Aku agak ngerasa kamu kurang sweet. Apa memang kamu orangnya begitu atau sebenarnya kamu cuma nggak enak pas jadian sama aku?”

Tapiiiiiii…. sebelum kamu tanya itu ke dia pikirkan lagi. Apakah orang yang terpaksa jadian selalu mau menemani kondangan? Apakah orang yang terpaksa jadian butuh waktu hingga delapan bulan untuk merangkai kata putus?

Jangan sampai ternyata dia justru orang yang sangat sayang sama kamu. Kekuranganya hanya ia malu, itu saja….

Ingin berbagi seputar masalah kamu juga? Iky siap 24 jam untuk balas ceritamu dengan solusi seenak Iky. Kirim curhatan kamu ke redaksi@stikynote.com dan tunggu jawaban dari Iky.

Related posts

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *