Living Well

5 Catatan penting untuk kamu yang ingin trip ke Amsterdam

5 Catatan penting untuk kamu yang ingin trip ke Amsterdam

Ada banyak cara untuk bisa tahu banyak soal daerah yang kita kunjungi. Beberapa orang googling, tapi ada beberapa juga yang lebih suka berinteraksi dengan orang lokal.

Beberapa waktu lalu saya menjajal keberanian untuk trip ke Amsterdam. Tempat ini gila! Kamu bisa menemukan semuanya di sini; museum, taman, pusat perbelanjaan, kafe enak, pub dengan musik yang seru, serta club untuk tempat kamu bergoyang hingga pagi. Tidak heran, banyak sekali orang yang meletakkan Amsterdam sebagai destinasi utama untuk trip ke Eropa.

Untuk kamu yang ingin ke Amsterdam, kali ini saya ingin berbagi beberapa catatan yang mungkin akan membuat perjalanan kamu lebih baik. Berikut ini adalah lima hal yang saya pelajari saat pergi ke Amsterdam beberapa waktu lalu:

Coffee shop itu bukan tempat ngopi

A trip to remember

Saya merasa sangat bodoh soal hal ini. Jadi, teman jalan saya yang adalah orang lokal sana bertanya kira-kira saya ingin ke mana lagi. Berikut adalah jawaban saya dan percakapan kami:

“I think a want to sit at any good coffee shop near here,” jawab saya.
“Oh, I didn’t know that you smoke weed.”
“Weed, no! I just wanna have a cup of coffee”

Coffee shop di Amsterdam adalah tempat nongkrong yang biasanya digunakan untuk mengonsumsi ganja; ada yang lintingan maupun yang cookies. Seperti teman-teman tahu ganja di sana legal. Saya sempat pergi ke salah satu coffee shop ternama di sana, namanya The Bulldog. Lucunya, waitress di sana itu sudah tahu kalau turis Indonesia pasti akan mencoba ganja.

“Well, I want to give you some info before I give you. We have three different level of weed, I recommend you to try the lightest one. And yes, at least you should try to smoke weed when you are in Amsterdam. Have a good day, darling,” jelasnya.

 

Kebanyakan orang Belanda nggak nyetrika baju

Ini agak aneh sih! Jadi, suatu hari saya dan seorang teman marah tidak jelas karena pemilik airbnb yang kami sewa tidak memiliki setrika. Pasalnya, saat itu saya bisa menemukan printer tapi setrika malah tidak ada!

Sudah marah-marah panjang lebar, saya baru tahu fakta soal orang Belanda itu tidak terbiasa menyetrika baju. Setelah dicuci dan dikeringkan dengan mesin cuci, mereka hanya menggantungkan bajunya. Setelah benar-benar kering, mereka tinggal pakai dan begitu seterusnya.

Bahkan saat saya bertanya-tanya perihal kenapa mereka tidak menyetrika baju, saya malah ditanya balik, “Kamu menyetrika bajumu? Semuanya? Salut dengan effort kamu! Itu hanya membuang waktu.” Nah loh!

Baca juga: Editor’s Guide: Tempat nongkrong di Jakarta favorit geng Stikynote

Kalau duduk di resto atau kafe harus pesan makan

Amsterdam Trip :)

Walaupun kamu lagi di kafe dan mood-nya hanya ngopi, kamu tetap harus memesan satu makanan. Ada kejadian yang agak mengesalkan ketika saya pertama kali ngopi di sana. Saya baru makan di tempat menginap dan memang pengin kopi saja. Waitress-nya tiba-tiba berkata denga ketus,“Nggak bisa, kamu harus memesan makanan at least satu untuk sharing.” Demikian adanya.

Transportasi umumnya juara

Amsterdam Trip :)

Berhubung saya ke sana untuk nonton konser, saya kadang baru balik ke airbnb sekitar jam 01.00. Awalnya agak panik karena saya jadi kepikiran akan pulang naik apa. Rupanya Metro (bus) beroperasi hingga dini hari, Hanya saja, semakin kamu pulang telat maka jadwal kedatangan Metro jadi lebih lama, dan kamu kemungkinan turun di halte yang agak jauh dari tempat yang kamu tuju.

Buat kamu-kamu yang berencana untuk ke Belanda, kamu bisa membeli 3-days tourist ticket untuk menggunakan tram, metro, dan semua moda transportasi umum mereka. Harganya jauh lebih murah daripada kalkulasi tiket normal yang kamu beli setiap mau pergi. Sebenarnya, Amsterdam itu cukup kamu jelajahi dalam waktu tiga sampai empat hari saja. So, kalau ingin menambah hari, kamu tinggal membeli tiket biasa di stasiun atau Metro.

Transportasi umum di sana sangat menyenangkan dan aman. Saya pulang dalam keadaan santai, tanpa was-was saat menggunakan Metro hingga jam 01.30 pagi. Jalan kaki pun sangat aman, asal kamu harus berhati-hati sama orang yang sudah agak teler karena ganja.

Baca juga: Plesiran ke Pulau Sepa, ‘little Bali’ dekat Jakarta

Amsterdam Trip :)

Mostly orang-orang di sana banyak yang menggunakan sepeda. Pastikan kamu juga sopan ketika melewati jalur pesepeda. Wah, selalu salut deh sama kota yang bisa menjamin keberadaan pejalan kaku dan pesepeda.

Bisa hidup tanpa paket data

Rupanya orang-orang di sana bisa hanya mengandalkan Wi-Fi untuk berkomunikasi. Jadi, teman saya itu tidak pernah membeli paket data; ia hanya mengandalkan public Wi-Fi di sekitarnya.

Untuk turis sebenarnya agak sulit karena kita harus banyak menggunakan Google Maps. Tapi, bagi kamu yang ingin get lost di sekitar Amsterdam Centraal, kamu bisa banget mencobanya. Pasalnya, seberapa jauh pun kamu jalan; kamu akan bisa kembali ke tengah. Mudah sekali!

Baca juga: 4 Hal yang perlu kamu lakukan supaya rileks di penerbangan jarak jauh

 

Itu dia beberapa catatan yang saya kumpulkan dari perjalanan ke Amsterdam. Semoga bisa membantu teman-teman yang ingin liburan ke Amsterdam.

5 Catatan penting untuk kamu yang ingin trip ke Amsterdam was last modified: July 8th, 2018 by Toshiko Potoboda